Tampilkan postingan dengan label Syiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syiah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 April 2015

Sejarah Syiah Nusantara

Membicarakan sejarah Syiah di Nusantara, tak bisa lepas dari pembahasan masuknya Islam ke Nusantara. Sebuah perjalanan panjang merentang hingga lebih dari seribu tahun silam. Silang pendapat diantara para peneliti, mewarnai penulisan sejarah masuknya Islam ke nusantara.
Silang pendapat ini bahkan dibumbui oleh motif-motif politis dibalik penulisan sejarah masuknya Islam ke Nusantara. Pembahasan tidak hanya berhenti disitu, setelah meninjau masuknya Islam ke Nusantara, persoalan kemudian bergeser, dari ‘masuk’, menuju ‘siapa’ yang membawa Islam ke Nusantara? Lalu bergerak lagi mengenai bagaimana berkembangnya Islam di Nusantara. Dari sini lalu bercabang pertanyaan menuju kepada Kerajaan Islam apakah yang pertama berdiri di nusantara?

Kamis, 02 Januari 2014

Saya Sunni dan Bukan Penganut Syiah!!!

Dalam artikel Buya Hamka berjudul “Majelis Ulama Indonesia Berbicaralah!” di Harian Kompas 11 Desember 1980, Buya Hamka menegaskan bahwa Indonesia adalah golongan Sunni. Bahwa dalam menegakkan aqidah, umat Islam di Indonesia menganut faham Abul Hasal Al Asy’ari dan Abu Mansur Al Maturidy. Di dalam amalam syariat Islam kita mengikuti Madzhab Syafi’i terutama dan menghargai juga ajaran-ajaran dari ketiga imam yang lain (Hanafi, Maliki, Hambali). Buya Hamka lalu menulis:

Menilik kesemuanya ini dapatlah saya, sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia atau sebagai pribadi menjelaskan pendirian saya dengan Revolusi Iran.

Kamis, 05 Desember 2013

Kalian memperingati hari dimana Imam Hussein sendiri dikhianati oleh Kalian (Syi’ah)???


Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillahirabbil 'alamin, Allahumma shalli 'ala muhammad wa 'ala alihi muhammad, amma ba'du

Sebelum dimulai, baca dulu khutbah oleh Imam Ali Zainal Abidin Radhiyallahu ‘anhu

Ali Zainal Abidin memuji Allah dan bershalawat pada Nabi-Nya, lalu berkata:
“Wahai manusia, bagi yang mengenalku, maka dia telah mengenalku. Bagi yang belum kenal siapa diriku, aku adalah Ali bin Hussein, yang disembelih di tepi sungai Eufrat, tanpa tahu masalah dan tanpa dapat warisan. Aku adalah anak dari yang dilukai kehormatan istri dan anak wanitanya, yang dirampas kenikmatannya, dan dirampok hartanya, ditawan keluarganya. Aku adalah anak dari manusia yang dibunuh dalam tawanan. Ini cukup membuatku bangga.”

Sabtu, 30 November 2013

Syiah Antara Gerakan Politik dan Aliran Agama

Di makalah ini, penulis tidak akan membicarakan tentang Aqidah Syiah secara rinci dan mendetail, karena selain membutuhkan tulisan panjang, yang dirasa tidak efektif  dan kurang efesien dalam forum Seminar yang memberikan waktu yang sangat terbatas, begitu juga pembahasan tentang Syiah sudah ditulis oleh para uilama-ulama dahulu di dalam buku-buku mereka, serta bisa didapati juga pada buku-buku kontemporer dalam berbagai bahasa, disamping itu bisa diakses dari internet.